Sabtu, 12 September 2009

Kisah Kalaung Anisa: Cerita Penuh Hikmah


Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan kisah anak berumur 5 tahun bernama Anisa. Di sore hari yg cerah, Anisa dan ibunya berbelanja di supermarket tepatnya di jalan Datuk Maharaja. Ketika sedang asik menemani sang ibu belanja Anisa melihat kalung mutiara putih berkilauan, kalung itu tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat attraktif. Kalung itu nampak begitu indah sekali , sehingga Anisa pun sangat ingin memiliki kalung itu. Tapi Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.


Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya.

"Bunda, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... "Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten.

"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu
untuk minggu depan. Setuju ?"
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.

"Terimakasih..., Ibu" Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau. Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatumalam, ketika selesai membacakan sebuah cerita,

Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang Enggak sama Ayah ?"

"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"

"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...

"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itukesayanganku juga

"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar
Anisa.
Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,

"Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?"

"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah?".

"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."

"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.."Kata Anisa seraya
menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa, kenapa

Anisa ?" Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya.
Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya" Kalau Ayah mau...ambillah kalung
Anisa"

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"
Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Selasa, 23 Juni 2009

SUMEDANG TANDANG bersama DASF...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dengan memposting blog ini berarti anda telah menjadi rekan / sahabat saya untuk berbagi (share) baik itu ilmu ataupun juga pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kemaslahatan kita bersama dalam menempuh perjalanan hidup kita di dunia dan kelak di akhirat nanti. saya berharap jalinan persaudaraan ini tidak cukup sampai disini saja tapi terus berkelanjutan selama ilmu pengetahuan di muka bumi ini berkembang sesuai zaman yang mengikutinya. Saya merasa sangat haus akan limpahan ilmu pengetahuan yang Allah SWT. berikan pada umat manusia. Dimana selama nafas saya masih berhembus, maka ilmu pengetahuan di bidang informasi dan teknologi (IT) ini terus saya pelajari selama kemampuan dan keinginan saya terus ada. Maka dari itu saya harap dari rekan-rekan semua untuk sudi kiranya membimbing saya agar tidak memiliki image dan di cap sebagai salah seorang yang GAPTEK (Gagap Teknologi).
Keberpihakan saya yang selalu ingin tahu atas ketidak tahuan saya dalam perkembangan IT mendorong saya untuk selalu belajar dan mempelajari lebih serius lagi. Karena dengan bertambahnya ilmu keimanan saya kepada Sang Khaliq makin besar jua.
Cita-cita saya mungkin sama juga dengan rekan-rekan bahwa kita semua diharapkan menjadi pembuat, pencipta, produsen dari penemuan IPTEK terutama di bidang IT. Sehingga dapat mengurangi kebiasaan bangsa kita yang hanya sekedar penikmat yang melahirkan jiwa konsumtif tanpa mau memikirkan bagaimana akal manusia dapat sampai kepemikiran pencipta yaitu produsen dari produk IT tadi. Contoh saja anak pelajar dan mahasiswa di negara kita ini yang belum produktif tapi sudah memakai telepon genggam sampai ke tingkat kelas mewah. Padahal mereka belum berpenghasilan tapi sudah dapat bergaya dengan aksinya yang dipertontonkan dengan kecanggihan alat komunikasi tersebut yang berbagai merk tanpa mau berpikir bagaimana cara proses pembuatannya dan menggunakan metode apa sampai alat komunikasi tersebut dapat menghubungkan manusia dari manapun mereka berada.
Maka dari itu sekali lagi mari kita tingkatkan kesemangatan kita dalam mempelajari ilmu teknologi informasi yang semakin hari semakin berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban umat manusia. Kalau keberadaan kita cukup hanya sebagai konsumen saja maka kita sebagai putra Bangsa Indonesia akan selalu mendapat penjajahan di bidang IT tersebut.
Demikian sekilas pandangan saya tentang dunia IT yang sedang berlaku di negara tercinta kita ini. Mudah-mudahan saja rekan-rekan dapat memaklumi adanya. Saya mengakui bahwa paparan ini jauh dari kata profesional tapi dengan hanya bermodalkan keberanian saya ingin mencoba untuk belajar dan terus belajar untuk mencoba memberikan ungkapan serta harapan dengan gaya bahasa yang sangat sederhana sekali ini.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Lowongan CPNS

Blog Archive